Mahasiswa Magang Berdampak Mandiri di UPA SDHS UNTAD Dibekali Keterampilan Membangun Website Profesional

PALU – Tiga Jumat berturut-turut, mahasiswa peserta Program Magang Mandiri Berdampak di Unit Penunjang Akademik Sumber Daya Hayati Sulawesi (UPA SDHS) Universitas Tadulako mengikuti pelatihan pembuatan website profesional. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan digital yang dibutuhkan dalam membangun portofolio akademik, personal branding, dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Pelatihan yang dilaksanakan di lingkungan UPA SDHS tersebut menghadirkan pengelola teknologi informasi UPA SDHS, Moh. Nurzainal, S.Kom., sebagai instruktur. Peserta memperoleh pembekalan mengenai pengembangan website, pengelolaan konten digital, hingga pemanfaatan website sebagai sarana membangun identitas profesional dan portofolio akademik.
Kepala UPA SDHS Universitas Tadulako, Dr. Ir. Fadly Y. Tantu, M.Si., mengatakan website profesional kini menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa karena dapat digunakan untuk mendokumentasikan berbagai aktivitas akademik, pengalaman organisasi, hasil penelitian, publikasi ilmiah, sertifikat kompetensi, maupun prestasi yang diperoleh selama masa studi.
“Mahasiswa perlu memiliki rekam jejak digital yang baik. Website profesional dapat menjadi sarana untuk menampilkan kompetensi, pengalaman, dan berbagai capaian akademik secara lebih terstruktur dan mudah diakses,” ujarnya.
Menurut Fadly, pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis membuat website, tetapi juga mendorong mahasiswa memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan diri dan karier profesional. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi visi transformasi digital yang tengah dikembangkan Universitas Tadulako di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng.
“Kegiatan ini merupakan pengejawantahan visi Rektor Universitas Tadulako dalam mendorong akselerasi transformasi digital di lingkungan kampus. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun kapasitas diri dan meningkatkan daya saing,” kata Fadly.
Ia menambahkan, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga mendukung pengembangan kelembagaan UPA SDHS yang saat ini mendapat mandat untuk melakukan digitalisasi koleksi Herbarium Celebense dan Museum Zoologicum Celebense. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi informasi dapat membantu percepatan pengelolaan dan publikasi koleksi ilmiah secara digital.
“Pelatihan ini memiliki dampak ganda. Mahasiswa memperoleh keterampilan digital yang berguna bagi pengembangan kompetensi mereka, sementara UPA SDHS mendapatkan dukungan sumber daya manusia yang dapat membantu proses digitalisasi koleksi biodiversitas Sulawesi,” ujarnya.
Fadly menjelaskan bahwa digitalisasi koleksi merupakan langkah strategis untuk memperluas akses informasi mengenai keanekaragaman hayati Sulawesi. Melalui platform digital, data spesimen flora dan fauna yang sebelumnya tersimpan dalam bentuk fisik dapat didokumentasikan dan disebarluaskan kepada peneliti, mahasiswa, serta masyarakat.
Ketua Program Studi Sumber Daya Akuatik Universitas Tadulako, Dr. Ir. Jusri Nilawati, M.Sc., menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata karena membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Website, menurutnya, dapat menjadi media efektif untuk membangun portofolio sekaligus memperluas jejaring akademik dan profesional.
Salah seorang peserta magang, Dhea Revalina, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya membangun identitas profesional melalui platform digital. “Melalui pelatihan ini saya memahami bahwa website pribadi dapat menjadi portofolio digital yang lebih profesional untuk menampilkan prestasi, pengalaman organisasi, kegiatan magang, maupun karya ilmiah,” katanya.
Peserta lainnya, Yedija Egi, menilai kemampuan mengelola website merupakan kompetensi yang semakin dibutuhkan di era digital. “Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa kompetensi tidak cukup hanya dimiliki, tetapi juga harus dapat dikomunikasikan dengan baik. Website profesional menjadi sarana untuk menunjukkan kapasitas diri sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa depan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, UPA SDHS berharap Program Magang Berdampak Mandiri tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang memiliki pengalaman lapangan dan kompetensi akademik yang baik, tetapi juga generasi muda yang siap menghadapi tantangan transformasi digital serta berkontribusi dalam pengembangan sistem informasi biodiversitas Sulawesi.
